Rantau Lag

imagesEntah itu judul bener atau nggak, pokoknya kemarin, lebih spesifiknya dua hari yang lalu, aku mengalami apa yang menjadi judul tulisan di atas, rantau lag. Rantau lag apaan sih? Ya semacam jetlag gitu lah, ketidaksiapan badan kita menghadapi perbedaan waktu ketika kita pergi ke belahan dunia yang berbeda dengan kita. Ketika tubuh kita ngerasa udah malem eh pas nyampe lokasi ternyata masih siang, jadinya tubuh kita jadi bingung dan terjadilah yang namanya jetlag, bisa berupa pusing atau nggak enak badan lainnya. Nah, kalau rantau lag itu adalah suatu kondisi dimana kita merasa terkaget kaget dan terheran-heran ketika tercemplung atau dicemplungkan di tempat rantau yang lokasi atau kondisinya berbeda dengan tempat kita berada sebelumnya, dimana secara psikis kita belum siap menghadapi kondisi yang semacam itu dan aku ngalamin itu gaes. Sekarang aku sedang berada di Jakarta Pusat, sedang menjalani magang di suatu Lembaga penelitian demi lancar jayanya tesisku. Iya, aku rantau lagnya di Jakarta? Iyakah? iya. Padahal nih ya, Jakarta itu bukanlah tempat yang baru bagiku, entah berapa kali aku ke Jakarta. Beberapa kali aku datang bahkan menginap di rumah temanku yang asli orang Jakarta. Pun demikian, merantau juga bukanlah hal baru juga bagiku, aku udah menjalani kehidupan merantau sejak kuliah S1 dulu mulai dari Bogor, Bekasi, Bandung, dan sekarang Jakarta.

            Terus kok bisa ngalamin rantau lag? Setelah aku analisis ternyata aku tuh nggak bisa hidup sendiri, aku butuh pasangan temen yang harus ada di sekitarku ketika aku berada di lingkungan baru. Ketika di Bogor dulu, rantau lag bisa aku hindari karena aku kuliah bersama saudara kembarku dan kompaknya GASISMA (keluarga mahasiswa madura) telah berhasil membuatku hanya nangis satu kali yaitu ketika berpisah dengan kelurgaku ketika pertama kali dianter ke kampus, setelah itu aku bahagia, sama sekali tidak mengalami rantau lag, bahkan dulu aku agak heran aja sama anak-anak yang sampe nangis berhari-hari bahkan hingga berbulan-bulan ketika di asrama. Sekarang aku megerti kalian gaes, setelah sekian lama wkwkwk. Dilanjutkan merantau ke Bekasi, rantau lag bisa diminimalisir karena aku sekamar dengan teman kosanku yang cerewet tapi baiknya minta ampun. Ketika di Bandung? Aku benar-benar jatuh cinta dengan kota yang satu ini, bahkan sebelum aku bertempat tinggal di sana. Jadi, semacam telah ada ekspektasi lebih dan mindset yang telah terbentuk bahwa Bandung adalah kota yang livable and loveable, dan memang iya. Aku banyak bertemu orang-orang baik di sini, lingkaran yang begitu positif, mulai dari kosan hingga kampus. Kalau kelak ada yang mau ngajakin bangun masa depan bersama di Bandung, aku mau banget wkwkwk. Nah, ketika di Jakarta? Jejejejejeng….. akhirnya aku ngalamin yang namanya rantau lag.

            Jadi, hari minggu kemarin aku berangkat dari Bandung menuju Jakarta pada jam 5.00 pagi. Terlalu pagi sebenarnya, sehingga aku harus bangun jam 4, lantas mandi dan sampai di stasiun jam 5 kurang 15 menitan. Jadinya ku putuskan sholat di atas kereta saja, khawatir ketinggalan kalau sholat di mushola stasiun. Sesampainya di stasiun Gambir Jakarta, ku pesan ojek online yang ternyata murah banget hanya 2k padahal setelah ku lalui jarak tempuhnya lumayan jauh. Sesampainya di kosan aku dipersilahkan oleh ibu penjaga kosan untuk memasuki calon kamarku yang seadanya banget kalau nggak mau bilang jelek wkwkwk. Pengap khas kamar yang udah lama nggak dipake. Bayangin dong, aku baru dari perjalanan jauh, panas di jalan, masuk kamar pengap, apa nggak stress, lebbay sih. Di kamar itu ada AC tapi berhubung aku sewanya yang nggak pake AC jadilah aku hanya melihat AC itu tanpa bisa menikmatinya. Ku coba berbaring di Kasur yang sudah diganti spreinya sama si ibunya, aku gerah segerah-gerahnya. Kata ibunya, kamar ini kamar sementara aku karena kamarku yang sebenarnya ada di lantai 3. Berhubung penghuni sebelum aku belum beres-beres, jadilah aku diminta menunggu di kamar pengap itu. Aku sudah benar-benar tak tahan, ku hidupkan AC yang ada di kamar itu karena toh itu fasilitas yang ada di kamar itu, kan aku juga didzalimi karena kamarku yang seharunya belum siap juga. AC benar-benar menghilangkan rasa gerahku, setelah agak dingin, ku matikan lagi takut dosa wkwkwk, padahal udah dosa dari awal sih hahaha. Sorenya akhirnya aku dipindahkan ke kamar lantai 3, kamarnya luas, ada kipasnya, tapi masih geraaaaah. Aku benar-benar tak tahan, ku tanyakan harga kosan yang pakai AC ke bapaknya dan tanpa babibu aku putuskan untuk menyewa yang berAC saja. Manja banget sih badanku nih. Mending aku ngeluarin budget lebih daripada aku mateng wkwkkwk.

            Hari pertama masuk magang, aku terlambat setengah jam karena aku masih mikir suasana Jakarta akan serupa dengan di Bandung. Berangkat 15 menit sebelum acara dimulai rasanya masih aman-aman saja kalau di Bandung dan ternyata aku salah besar. Pas pesen ojek online dan keluar kosan akhirnya ku sadari keberadaanku sekarang. Aku sedang di Jakarta, macet dimana-mana. Jadilah aku baru sampai di tempatku magang jam setengah 9 yang searusnya jam 8. Untungnya aku nggak dimarahin dan disambut dengan diskusi yang menyenangkan. Tetapi karena berada di tempat baru, aku masih merasa kikuk untuk bergerak ke sana ke mari. Ketika makan siang aku diberi saran untuk beli makan di daerah yang banyak jajanan dimana jaraknya lumayan jauh menurutku. Tapi, tetap ku datangi karena di sana ada masjid yang cukup besar. Sasampainya di masjid aku sholat dan setelah sholat aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku. Aku menangis tanpa bisa dibendung, mengalir tanpa diberi aba-aba. Aku merasa benar-benar sendiri di kota besar ini, di kosan sendiri, di tempat magang sendiri, beli makan siang sendiri, tak ada yang menemani, tak ada yang dikenal dan mengenaliku, tak ada yang bisa ditanya atau diajakin bareng-bareng. Aku merindukan banyak orang dan banyak hal, aku merindukan kaluarga di rumah, teman-teman di Bandung, aku benar-benar merasa tersiksa dengan kesendirian ini. Aku berdoa pada Allah dan menyampaikan kondisiku yang tidak kuat sendiri, sedih sekali rasanya sendiri.

            Ketika tiba saatnya pulang dari tempat magang, ku lewati sebuah rumah sakit di sebelah tempat magangku. Ku berjalan seperti anak hilang tanpa arah dan tujuan, ada sih arahnya… ke kosan wkwkwk. Ketika aku sibuk dengan pikirankuu, tiba-tiba ada yang menyapa,

“Hei….. kamu” sampanya sambil menunjuk ke arahku.

            Siapa nih orang, emang ada ya yang kenal aku di sini? Pikirku kala itu. Terlihat olehku seorang perempuan memakai masker di wajahnya. Ah, paling salah orang seperti yang sudah-sudah. Pas si mbaknya buka masker ternyata orang itu benar-benar aku kenal dan mengenalku, kami saling mengenal satu sama lain. Langsung aku peluk si mbaknya yang ternyata adalah teman SMAku yang bekerja di rumah sakit itu. Dulu temenku ini sering sekali ke Bogor karena memang calon suaminya adalah kakak kelas di kampusku. Sungguh ini benar-benar sebuah keajaiban dan doaku benar-benar terasa diijabah oleh Allah. Ketika aku merasa benar-benar kesepian dan sendirian, beliau kirimkan orang dari arah yang tidak diduga-duga. Kami bercerita banyak hal, mulai dari kerisauanku yang merasa hidup sendirian di Jakarta hingga kehidupannya sekarang yang telah berumah tangga. Perjalanan pulang benar-benar tak terasa jauh jika dilalui dengan mengobrol bersama teman. Kami pun sepakat untuk makan di sebuah rumah makan sambil menunggu suami temanku ini datang. Kami berpisah setelah adzan isya dan aku diantarkan sampai di depan gerbang kosanku karena mereka khawatir dengan curhatanku yang selalu merasa insecure di kota besar ini.

            Berkat pertemuan kami yang tak diduga-duga itu, akhirnya ku tahu ternyata teman sebangku SMAku juga sedang berada di Jakarta Pusat. Temenku yang satu ini diterima PNS di sebuah kementrian dan tempat kerjanya di Jakpus. Ya Allah benar-benar sebuah kejutan yang tak disangka-sangka. Temeku ini juga menyayangkan kenapa aku nggak ngasih kabar, kalau ngasih kabar kan kami berdua bisa barengan ngekosnya. Ditambah lagi kosan temenku ini bagus dan bersih banget. Nggak papa lah… ketemu sama temenku ini sudah lebih dari cukup buatku. kalau tidak salah kira, sudah terhitung 4 tahun kami tidak bertemu. Terakhir aku bertemu dengannya ketika aku berkunjung ke rumah dia dan suaminya di Sukabumi. Temenku ini asli madura tapi dapet suami orang Riau yang kerjanya di Bogor, akhirnya mereka memutuskan tinggal di Sukabumi dan sekarang malah jadi orang Jakarta. Kami berdua akhirnya bertemu keesokan harinya, mengobrol dan mengenang banyak hal dari sore hingga malam hari. Tertawa lepas seperti jaman SMA dimana beban hidup masih tak seberapa. Mengobati rasa kangen yang entah sudah sejauh apa karena memang tak ada alat ukurnya. Saling berpelukan entah yang keberapa karena tak tahu kapan lagi akan berjumpa. Rindu yang menggebu membuat pertemuan menjadi sangat mengharu biru.

Terimaksih ya Allah atas semua pemberianmu yang sangat hamba tak duga-duga ini. Memang benar, jikalau kita benar-benar menginginkan sesuatu mintalah dengan sungguh-sungguh pada Allah yang punya segalanya. Tak sulit bagiNya mengadakan sesuatu dari yang awalnya tak ada menjadi ada. Maka perkara mudah bagi Allah mempertemukanku dengan teman-temanku yang memang sudah ada sehingga ku tak merasa sendiri, kesepian, dan hilanglah sudah rantau lag yang ku alami. Rantau lag mengajariku untuk selalu menghargai dan menyayangi orang-orang yang berada di sekitarku karena tanpa mereka hidupku benar-benar kosong dan hampa. Aku benar-benar mencintai kalian karena Allah kaluarga, saudara, dan teman-temanku. Keberadaanku terasa ada karena adanya kalian dan keberadaanku menjadi tak berasa ada jika tak ada kalian. Semoga kita semua kembali dipertemukan si surgaNya kelak, aamiin.

3 thoughts on “Rantau Lag

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s