Dahsyatnya Kafein

IMG-20191121-WA0000             Tulisan ini ditulis di pagi hari, tak terlalu pagi sebenarnya, jam di laptopku menunjukkan angka 4:42. Atas dasar alasan apa tulisan ini dibuat? Haruskah beralasan? Ya harus dong. Kaki aja beralas, alas kaki. Bedak aja beralas, alas bedak. Suka sama kamu? Tanpa alasan sih, #apasih. Aku terjaga sampai pagi ini, tak memejamkan mata barang sedetik hiperbolanya, tapi emang aku belum tidur. Nggak ngantuk, mataku jernih, kepalaku tidak pusing, benar-benar on. Sempat berkali-kali aku merasa aneh dengan badanku ini. Aku merasa senang dengan keterjagaanku ini, tapi di saat yang bersamaan aku merasa takut karena aku tau ketika sedang maksimal di suatu keadaan, maka ada keadaan lain yang diminimalkan. Rincian aktivitasku semalam tadi (ku rincikan setelah sholat isya ya), aku di kamar aja, buka laptop, terus latihan soal TKP (Tek Karakteristik Pribadi) bareng temen-temen kosan yang sangat mengasikkan hingga kami tak sadar kegiatan tersebut berlangsung sampai jam 00:30. Ku bereskan kamar seperti biasanya, pasang kaos kaki dan menarik bed cover buat tidur, tapi nggak bisa. Penyebanya sih kafein. Entah dapat ilham dari mana, tadi kepengen banget minum kopi kenangan. Kopi kenangan ini merupakan merk kopi yang lagi ku gandrungi rasanya di antara sekian banyak merk kopi yang bertebaran akhir-akhir ini. Ku ajak beberapa teman kosan buat joinan beli tapi nggak ada yang mau. Tujuan ajak teman? Ya biar bisa dapet promo grabfood. Akhirnya, ku seduh kopi coffemix yang dikomentari teman kosanku yang kemarin ikut seminar tentang kopi, bahwasanya kopi seduh sejenis coffemix itu adalah strata atau tingkatan kopi yang paling terendah. Kopi ini katanya sudah hasil filter berkali-kali hingga tersisa yang paling rendah, nah kopi yang paling rendah itulah yang dijadikan bahan baku untuk membuat kopi sejenis coffemix. Padahal coffemix adalah merk kopi favorit ibuku yang beliau seduh setiap pagi. Terus? Nggak papa sih, cuma ngasih info tambahan yang nggak  ada kaitannya sama pernyataan sebelumnya wkwkwk.

              Merasa belum terpuaskan dengan coffemix hasil seduhan sendiri, kembali ku ajak teman-teman kosanku untuk membeli kopi kenangan. Terjaringlah dua orang dan ku relakan diriku untuk membeli kopi kenangan mantan dengan ukuran Large agar promonya bisa berlaku. Kopi kenangan ku nikmati sambil ngebahas soal-soal TKP bersama teman-teman kosanku di kamarku. Setelah jam 00:30, kami putuskan untuk membubarkan diri. Seperti yang ku ceritakan di atas, aku nggak bisa tidur padahal udah dipaksa merem. Karena merasa percuma akhirnya ku hidupkan kembali lampu kamar dan ku ambil buku yang beberapa hari ini selalu ku baca. Merasa terlalu sunyi, ku buka youtube, bukan buat nonton tapi biar ada suara aja, jadi kesunyian tak membuatku berpikir yang aneh-aneh. Hingga jam 3:00 belum terasa ngantuk sama sekali. Tanggung rasanya karena sebentar lagi adzan subuh. Akhirnya ku lanjutkan membaca buku sambil sesekali buka-buka Instagram. Adzan subuh pun berkumandang dan ku bangunkan beberapa teman kosan untuk sholat berjamaah. Sholat berjamaah selesai dan ku dapati diriku ingin menuliskan keterjagaan yang ku alami. Aku belum ngantuk, entah sampai jam berapa ini akan berlangsung. Aku pribadi merasa senang dan sepertinya akan ku coba lagi kedahsyatan kefein ini hingga membuatku terjaga sampai pagi dengan perasaan senang seperti ini. Tapi jangan terlalu sering, paling tidak hanya ketika aku ingin saja. Beberapa kali ku rasakan jantungku, aku agak khawatir karena ini tidak lazim. Tapi, sepertinya semua baik-baik saja. Alhamdulillah. Aku sampai menerka-nerka, jangan-jangan efek seperti ini yang dirasakan orang-orang pengonsumsi narkoba, terjaga dengan perasaan bahagia. Iyakah? Nggak tau, aku nggak mau disamain sama pengonsumsi narkoba. Itu barang haram dan aku cuma mengonsumsi kafein, halal dong. Aku aja nulis ini ngerasa nggak terstruktur, ngelantur, tapi aku tulis aja biar nggak terkubur dan bisa jadi penghibur tatkala lagi nganggur #apasih.

2 thoughts on “Dahsyatnya Kafein

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s