Sudah Saya Putuskan

casablanca-coffeeJauh-jauh hari merencanakan sesuatu, tiba-tiba batal pada hari yang telah ditetapkan, apa yang kau rasakan? Kesal? Jelas, kecewa? Pasti, sedih? O… jangan ditanya, pengen nangis sambil garuk-garuk tembok? Nggak juga sih, hehehe. Nah, begitupun yang aku rasakan ketika tanpa sebab dan alasan yang jelas salah seorang temanku membatalkan rencana yang telah jauh-hauh hari kita buat untuk mengunjungi salah satu tempat petualangan yang akan kita jelajahi. Kita berlima berencana akan ke curug 1000 yang katanya nih medannya berat, berliku, dan penuh lika-liku. Tempat ini kita pilih untuk pemanasan sebelum kita mendaki puncak tertinggi pulau Jawa, Mahameru (tsah… tiba-tiba inget film 5 cm). Satu dari teman kita (sebut saja Utari) ternyata tidak bisa ikut karena masih ada ujian. Ketidakikutsertaan teman kita yang satu ini bisa kita maklumi, iyalah… ini menyangkut akademik, masa depan mameeen, #apasih hahaha.

Continue reading

Pertemuan dengan Seorang Imam

images

—–tiga tahun lalu, bogor, jawa barat—-

Dengan langkah terburu-buru ku langkahkan kaki ke lobi asrama. tak lupa pula ku ajak teman-teman sekamarku untuk juga ikut bersamaku ke lobi untuk melaksanakan sholat taraweh perdana di asarama. semangat sekali rasanya taraweh kali ini, karena taraweh ini adalah taraweh perdanaku di asrama TPB IPB, di kota hujan, bukan di pulau garam lagi. sesampainya di lobi ku pilih tempat terbaik menurutku. shaf demi shaf telah terisi oleh para penghuni asrama yang jumlahnya tak sempat ku hitung, yang pasti puluhan mungkin lebih dari 100 orang. shalat taraweh pun segera dimulai. imamnya seorang mahasiswa baru juga sepertiku, ya mahasiswa baru. rasa kagumku pun seketika muncul pada anak itu dan ketika sholat taraweh dimulai rasa kagum ini semakin besar. berani sekali ya anak baru itu, pikirku. membayangkan diri ini berdiri di sana saja rasanya tidak berani, ya harus ku akui, jadi imam di kamar asarama saja membuatku ketar-ketir apalagi menjadi imam sholat taraweh satu asrama yang diikuti oleh puluhan mahasiswa. terbesit keinginan untuk berkenalan dengan imam itu, ya harus. setelah sholat taraweh akan ku hampiri imam itu dan akan aku ajak berkenalan, pikirku. rakaat demi rakaat pun dilaksanakan dan shalat taraweh pun akhirnya selesai. segera ku bergegas untuk menghampiri imam itu, tapi karena semua mahsiswa yang ada ingin segera bergegas kembali ke kamar maisng-masing, aku harus berjuang untuk samapai ke shaf paling depan. ketika sampai di shaf terdepan, ternyata imam itu sudah tak berada di tempatnya. ternyata dia telah kembali ke kamarnya. sempat terbesit rasa kecewa karena tak bisa berkenalan dengan imam itu. tak apalah, mungkin di lain watu bisa bertemu dengannya, pikirku.
Continue reading